Saturday, February 2, 2013

10:27 AM - ,

Sekilas tentang AKB48


Akhir-akhir ini saya sedang diserang virus maniac kepada salah satu grup music di jepang. Akb48, pasti sudah tidak asing lagi di telinga menikmat music jejepangan. Awal mulanya, saya tidak sengaja menonton iklan pocari sweat yang di bintangi oleh personil JKT48. Saya tidak begitu focus pada pemeran iklan tersebut melainkan justru pada back song/ soundtrack iklan tersebut. Lagu berjudul “Gomen ne, SUMMER”
itu berhasil menarik minat saya untuk browsing lagu tersebut dan mendownloadnya. Alhasil, dalam hitungan hari, saya sudah berhasil mendownload lagu tersebut dan memindahkannya ke laptop dan hape saya. Kemudian, setelah saya amati, pelantun lagu tersebut adalah grup music bernama SKE48. Saya pun segera ingin mengetahui siapa itu. Tak berapa lama, keyboard dan internet mengantarkan saya pada jendela Wikipedia. Disanalah, awal dari pertemuan saya dan grup idola (Idol Group) ini bermula. Di dorong oleh rasa ingin tahu yang besar, saya mulai mencari tahu lebih banyak mengenai idol group tersebut dan mengantarkan saya pada sebuah sistem yang di ciptakan oleh Akimoto Yasushi (Aki-P). Sang pioneer ini, menciptakan sebuah sistem grup idola dimana para fans dapat bertemu dan berinteraksi langsung dengan idolanya, slogan terkenalnya: “Idol you can meet”.

Sistem ini di bangun dari sebuah grup idola pertama yang diciptakan oleh Aki-P, yaitu AKB48. AKB48 adalah pusat grup idola dalam sistem yang dikenal 48 Family. Ya, Aki-P telah berhasil melebarkan sayap dari sebuah prefektur di Tokyo, Akibahara (tempat lahirnya AKB48) ke berbagai tempat di jepang maupun luar jepang, seperti JKT48 (Jakarta, Indonesia) dan SNH48 (Shanghai, China). Yang menarik dari sistem ini adalah para sister group (sebutan untuk grup 48 selain AKB48) ini di kepalai oleh seorang manager dan kedudukan Aki-P berubah menjadi produser. Sebelum AKB48 melebarkan sayap ke berbagai kota dan mendirikan sister grup, Aki-P lah yang menjadi ujung tombak penguasa 48. Namun, seiring bertambahnya usia, Aki-P memutuskan untuk mengangkat manager untuk tiap-tiap 48 group tak terkecuali AKB48 sendiri.

Usaha AKB48 untuk berdiri menjadi Top Idol Group di Jepang tidak lah mudah. Perjuangan mereka benar-benar di mulai dari nol. Aki-P, sang pioneer, sempat turun langsung ke lapangan bersama anak didiknya (member AKB48) untuk mempromosikan grup tersebut. Cibiran, hujatan, pamphlet yang di buang di depan mereka hingga berpindah-pindah panggung sempat dirasakan grup ini hingga pada suatu saat, roda tersebut bergerak naik, sedikit demi sedikit penonton mulai bertambah di tiap panggung pementasannya. Penonton mulai menyukai penampilan dan lagu-lagu ciptaan Aki-P yang renyah dan easy listening. Perubahan ini member dampak pada sisi keuangan mereka saat itu, hingga akhirnya mereka dapat membangun sebuah theater mereka sendiri di Akihabara. Kesuksesan ini di ikuti dengan berdirinya rumah produksi milik AKB sendiri sehingga mereka tidak perlu susah payah pergi ke label rekaman. Setelah eksisitensi dan popularitas AKB melejit, barulah berbagai studio rekaman menawarkan diri untuk bekerja sama diantaranya DefStar Record dan Kings Record yang hingga saat ini dua studio tersebut menjadi mitra produksi album-album AKB48.