Sekilas tentang AKB48
Akhir-akhir ini saya sedang diserang virus maniac kepada
salah satu grup music di jepang. Akb48, pasti sudah tidak asing lagi di telinga
menikmat music jejepangan. Awal mulanya, saya tidak sengaja menonton iklan
pocari sweat yang di bintangi oleh personil JKT48. Saya tidak begitu focus pada
pemeran iklan tersebut melainkan justru pada back song/ soundtrack iklan
tersebut. Lagu berjudul “Gomen ne, SUMMER”
itu berhasil menarik minat saya untuk browsing lagu tersebut dan
mendownloadnya. Alhasil, dalam hitungan hari, saya sudah berhasil mendownload
lagu tersebut dan memindahkannya ke laptop dan hape saya. Kemudian, setelah
saya amati, pelantun lagu tersebut adalah grup music bernama SKE48. Saya pun
segera ingin mengetahui siapa itu. Tak berapa lama, keyboard dan internet
mengantarkan saya pada jendela Wikipedia. Disanalah, awal dari pertemuan saya
dan grup idola (Idol Group) ini bermula. Di dorong oleh rasa ingin tahu yang
besar, saya mulai mencari tahu lebih banyak mengenai idol group tersebut dan
mengantarkan saya pada sebuah sistem yang di ciptakan oleh Akimoto Yasushi
(Aki-P). Sang pioneer ini, menciptakan sebuah sistem grup idola dimana para
fans dapat bertemu dan berinteraksi langsung dengan idolanya, slogan
terkenalnya: “Idol you can meet”.
Sistem ini di bangun dari sebuah grup idola pertama yang
diciptakan oleh Aki-P, yaitu AKB48. AKB48 adalah pusat grup idola dalam sistem
yang dikenal 48 Family. Ya, Aki-P telah berhasil melebarkan sayap dari sebuah
prefektur di Tokyo, Akibahara (tempat lahirnya AKB48) ke berbagai tempat di
jepang maupun luar jepang, seperti JKT48 (Jakarta, Indonesia) dan SNH48
(Shanghai, China). Yang menarik dari sistem ini adalah para sister group
(sebutan untuk grup 48 selain AKB48) ini di kepalai oleh seorang manager dan
kedudukan Aki-P berubah menjadi produser. Sebelum AKB48 melebarkan sayap ke
berbagai kota dan mendirikan sister grup, Aki-P lah yang menjadi ujung tombak
penguasa 48. Namun, seiring bertambahnya usia, Aki-P memutuskan untuk
mengangkat manager untuk tiap-tiap 48 group tak terkecuali AKB48 sendiri.
Usaha AKB48 untuk berdiri menjadi Top Idol Group di Jepang
tidak lah mudah. Perjuangan mereka benar-benar di mulai dari nol. Aki-P, sang pioneer,
sempat turun langsung ke lapangan bersama anak didiknya (member AKB48) untuk
mempromosikan grup tersebut. Cibiran, hujatan, pamphlet yang di buang di depan
mereka hingga berpindah-pindah panggung sempat dirasakan grup ini hingga pada
suatu saat, roda tersebut bergerak naik, sedikit demi sedikit penonton mulai
bertambah di tiap panggung pementasannya. Penonton mulai menyukai penampilan
dan lagu-lagu ciptaan Aki-P yang renyah dan easy listening. Perubahan ini member
dampak pada sisi keuangan mereka saat itu, hingga akhirnya mereka dapat membangun
sebuah theater mereka sendiri di Akihabara. Kesuksesan ini di ikuti dengan
berdirinya rumah produksi milik AKB sendiri sehingga mereka tidak perlu susah
payah pergi ke label rekaman. Setelah eksisitensi dan popularitas AKB melejit,
barulah berbagai studio rekaman menawarkan diri untuk bekerja sama diantaranya
DefStar Record dan Kings Record yang hingga saat ini dua studio tersebut
menjadi mitra produksi album-album AKB48.