Friday, January 11, 2013

12:50 PM -

Hari ke-5: Abad 22 Tidak Seindah yang Di Bayangkan (Part 1)

Selamat siang pembaca,

Pernahkah terbayang ketika suatu saat nanti Bumi sudah mencapai zaman serba canggih alias abad ke 22. Mungkin saat itu terjadi tahun di kalender sudah bertuliskan 4013. Mungkin juga nama-nama bulan juga akan berubah. contohnya, Januari akan berubah menjadi Semblit, februari akan berubah menjadi Mincrit dan sbagainya.




Di saat itu juga, mungkin hape-hape merek Cross, Mito, Nexian, Huawei sudah punah. Penggantinya mungkin adalah Iphone jenis cyborg yang memungkinkan untuk berubah bentuk jadi cowok atau cewek bagi kaum jomblo. Meskipun sayangnya, hape cyborg tersebut tetep ga bisa di buat peluk-pelukan karena terbuat dari besi. Jika di paksakan, yang ada yang di peluk uda mati lemes akibat kurang oksigen. Yang lebih susah, hape cyborg ini ga bisa diajak malming buat candlelight dinner. Mereka pasti akan merusak momen sakral. Ceritanya, ketika si cowok udah siap-siap ngeluarin kata-kata pamungkas,
cowo: "sayang, aku mau ngomong sesuatu nih"
cewe: hening
cowo: "sayang, boleh kan aku ngomong sekarang"
cewe: hening
cowo: "kok kamu diem aja sih sayang"
cewe: "Ya iyalah secara gue robot tauk! ga bisa ngerasain begituan! udah ngomong ajah kalo mau ngomong!"
cowo: shock. "oke sayang, jadi gini, mmm... mau ga kamu jadi pacarku"
cewe: hening
cowo: "oke, itu aku anggap jawaban iya. aku mau nerima kamu apa adanya. aku ga peduli kamu robot atau cyborg. aku uda jatuh cinta sama kamu"
cewe: noleh ke pelayan, "minta tambah bensinnya" sambil nyodorin gelas
cowo: shock. pingsan.

Di zaman itu juga, mungkin kita ga usah susah-susah beli motor yang banyak atau beli mobil yang bisa jalan sendiri dengan perintah suara soalnya motor dan mobil saat itu sudah jadi mesin teleport yang menghubungkan tiap tempat. Namun masalahnya, pasti ujung-ujungnya ada calo juga yang nyasarin alamat mesin teleport itu. Sehingga jasa ayu ting-ting pun yang jadi detektif pencari alamat juga laris manis.

Di zaman itu juga, mungkin antena TV dan parabola sudah bergeser jadi panel surya. Semua rumah-rumah pasti di atapnya ada panel surya. Masalahnya, panel surya itu hanya bisa di pakai ketika mendapat panas matahari. Sekarang, Indonesia mengenal dua musim, musim kemarau dan penghujan. Di musim kemarau, panel surya seakan mengalami zaman keemasannya namun bagaiman bila musim penghujan tiba? Di musim hujan, matahari jarang muncul dengan cerah. Kebanyakan tertutup mendung. Bahkan, pagi hari pun sudah hujan seharian penuh sampai-sampai banjir. Nah, disinilah panel surya mengalami zaman kiamatnya. Mungkin, penemu-penemu teknologi dapat menciptakan panel air sebagai alat alternatif ketika tidak ada matahari.

Bersambung ke Part 2