Saturday, February 2, 2013

10:29 AM -

AKB48 Undercover (Part 2)


Member juga harus menjalani serangkaian jadwal yang super padat, mulai membintangi iklan, merilis single pribadi, menghadiri mini show di theater hingga membintangi berbagai acara TV yang berbau AKB belum lagi mereka juga harus berlaitih gerakan dan suara baik untuk album atau pun untuk Mega Konser yang rutin di gelar tiap tahunnya. Jelas, kehidupan yang demikian ini sangat memeras tenaga, waktu dan otak. Tak jarang member yang jatuh sakit akibat terlalu memaksakan diri. Kondisi ini juga di perparah dengan beberapa skandal yang melibatkan member AKB sendiri dan peraturan di 48 grup yang di ciptakan oleh Aki-P diantaranya adalah member dilarang keras melibatkan diri/ terlibat dalam sebuah skandal/ kasus yang akan mencoreng citra dan nama AKB48 dan seluruh sister grup nya. Hal ini justru memicu permasalahan baru, di mana member-member merasa ingin meluapkan perasaannya dengan terlibat pada sebuah konflik/ skandal. Sebenarnya, aturan Aki-P ini sangatlah tepat jika di kaitkan dengan sikap Aki-P yang ingin AKB dan grup lainnya menjadi grup yang benar-benar bersih dari berita negative apalagi dunia entertainment sungguh sangatlah keras dengan adanya sikap saling menjatuhkan satu dan yang lain untuk berada di puncak popularitas. Apalagi jika di tilik dari segi popularitas, AKB adalah mimpi buruk bagi para pesaingnya karena AKB telah kukuh dan rutin merajai tangga income/ pemasukan dari penjualan album dan dana selama bertahun-tahun sejak berdiri.

Dari ketatnya peraturan yang berlaku di AKB48, tidak heran banyak sekali member yang memutuskan untuk Graduate/ lulus (keluar dari AKB48/ sister grup lainnya). Mulai dari akibat ulahnya yang terlibat skandal, ingin melanjutkan sekolah (beberapa member yang telah masuk AKB/ sister grup lainnya di paksa untuk meninggalkan sekolah guna mengikuti jadwal AKB48 walau pun semua itu tergantung dari popularitas member tersebut. Semakin popular member semakin sedikit waktu untuk hidup, semakin tidak popular member, semakin banyak waktu untuk hidup dan semakin jauh dari lirikan menjadi bintang iklan dsb), ingin melebarkan karir menjadi aktris/ penyayi solo professional. Dengan banyaknya member yang graduate atau yang akan graduate membuat AKB48 di paksa harus melakukan regenerisasi agar terus menjadi raksasa entertainment. Namun, bagi saya pribadi, AKB dan sister grupnya tidak lain adalah sebuah akademi pelatihan menjadi idol atau bintang di dunia entertainment. Disana mereka di latih cara-cara bertahan hidup di dunia entertainment yang keras, hingga suatu saat ketika mereka sudah mencapai titik matang, mereka siap untuk berkarya sendiri dengan tanpa embel-embel AKB48 atau sister grup lainnya.