8:16 PM -
30 Hari Bercerita
30 Hari Bercerita
Hari Ke-7: Abad 22 Tak Seindah Itu (Part 2)
Selamat malam pembaca,
(Lanjutan Part 1)
------
Di zaman itu juga, rumah-rumah mungkin sudah tidak memakai batu
bata dan semen sebagai material utamanya (saat itu batu bata sudah mengalami
kepunahan dan pabrik semen, sudah mengalami evolusi menjadi perekat kaca). Ya,
kemungkinan material tersebut akan berevolusi menjadi semi kaca dan kaca
sebagai bahan material utama pembangunan. Ketika semua sudah serba kaca,
mungkin pemanasan global sudah mencapai klimaks.
Di zaman itu juga, di Indonesia, mungkin juga Jakarta sudah
menjadi kota-kota kanal seperti Venice di Italy. Keren kan. J
Jadi nantinya Istana Presiden juga akan di kelilingi kanal-kanal.
Disinilah era baru transportasi air berkembang mengalahkan transportasi darat.
Lalu, akan banyak juga dengungan music-music klasik yang mendengung di
sepanjang kanal-kanal tersebut. How romantic it is!
Di zaman itu juga, mungkin manusia-manusia sudah menjadi pemalas
karena teknologi serba robot. Manusia-manusia bisa saja menggantikan diri
mereka dengan robot untuk bekerja, seperti dalam film Surrogates. Ironisnya,
manusia-manusia akan mudah mengalami penyusutan tubuh dan organ penting lainnya
karena kurang bergerak dan kurang sinar matahari.
Di zaman itu juga, mungkin sebagian dari bumi sudah berupa air. Daratan
yang sudah menyusut akibat deforestasi atau penggundulan hutan guna pembangunan
kota-kota dan fasilitas masal lainnya. Ironisnya, dengan sedikitnya daratan,
semakin besar kemungkinan akan membludaknya populasi dan akhirnya banyak
terjadi kriminalisasi di kota-kota demi bertahan hidup.
Di zaman itu pula, mungkin jumlah binatang akan berkurang drastis
akibat efek dari pembuangan limbah, polusi udara, global warming dan lain
sebagainya. Hal ini berakibat langsung terhadap kehidupan manusia yang tiba-tiba
sepi dan rusaknya rantai makanan.
Di zaman itu pula, mungkin keadaan bumi akan semakin parah. Kondisi
ini semakin diperparah dengan adanya pembangunan pembangkit-pembangkit tenaga
nuklir dan semakin maraknya pengeboran lepas pantai. Lebih-lebih, udara yang
kotor akibat polusi membuat pemerosotan oksigen di udara dan hilangnya penyerap
gas berbahaya lain yaitu lahan hijau dan pepohonan.
Nah, kini tinggal bagaimana manusia mencegah agar abad berikutnya
tidak menjadi mimpi buruk bagi umat manusia. Mari kita mulai dengan hal-hal
yang sederhana seperti tidak membuang sampah sembarangan, mengurangi polusi
udara dengan berjalan atau bersepeda, menanam tumbuhan-tumbuhan di pekarangan
rumah kita dan sebagainya. Karena tindakan kecil dapat merubah segalanya.