Friday, January 18, 2013

8:18 PM -

Hari Ke-8: 3 Keanehan Film Mandarin


Selamat malam pembaca,

Siapa yang tidak tahu Jackie chan atau Jet Li? Ya mereka adalah tokoh-tokoh film yang hebat dan jago beladiri. Film mandarin, selalu identik dengan kisah-kisah silat yang dibalut dengan nuansa cerita kekaisaran dan legenda-legenda epic. Hal ini bisa dilihat dari berbagai macam judul film yang unik, mulai dari seperti The Legend of Condor Heroes, Journey to The West, Golden Flower, dan lain-lain. Namun, di setiap film yang sukses pasti ada keanehan yang harus di kuak setajam silet. Eh?!


Pertama, dari segi karakter. Karakter utama film mandarin selalu saja orang yang ahli beladiri dan berasal dari masyarakat golongan bawah. Alurnya sederhana, mereka membela golongannya dari keegoisan penguasa lalu di kejar-kejar oleh ratusan pasukan yang anehnya selalu menang walau tubuh sudah di tusuk dan berdarah-darah. Belum lagi, ketika di tusuk mereka masih sempat untuk berdialog bahkan mencabut pedang yang nancep di tubuhnya terus perang lagi. Kalau ini di adaptasi ke Indonesia mungkin pemeran yang cocok untuk karakter ini adalah Master Limbad. Ya, tidak salah lagi..

Kedua, lagu-lagu soundtrack yang menghiasi sepanjang filmnya. Tema-tema lagu kebanyakan tentang putus cinta atau putus asa di tinggal mati sang kekasih. Hal ini bertolak belakang dengan film-film Bollywood yang bertemakan percintaan. Untungnya tidak ada adegan perang terus tiba-tiba tokohnya nyanyi sambil lari-larian di antara pepohonan dengan efek blower yang bikin rambut seolah-olah terbang kena angin. Jadi intinya, mandarin sama bollywood beda tipis.

Ketiga, film mandarin menyajikan pertarungan yang aneh. Kenapa? Karena durasi waktu perang yang lama. Pertama yang mereka lakukan adalah mengirim surat tantangan kepada musuh menggunakan burung merpati atau burung elang. Hal ini pun tidak efisien karena burung-burungan tersebut tidak bisa menjamin surat akan selamat sampai tujuan atau malah basah akibat kena hujan dan akhirnya tulisannya luntur. Mungkin mereka bisa agak cerdas dikit dengan nitip ke JNE, TIKI atau bahkan lewat Pos yang jelas ada garansinya. Kembali ke topic, lalu setelah surat tantangan itu sampai ke tangan musuh, penulisan kalimat tantangannya juga nyeleneh. Saya kutip dari salah satu film mandarin judulnya Dragon Emperor. Si tokoh utama menerima surat tantangan dan membacanya, “Pertarungan kita akan di mulai ketika musim gugur pertama datang dan daun bunga zhin jatuh ke bumi”.

Mari kita analisis kalimat di atas:
“pertarungan kita akan dimulai ketika musim gugur pertama datang dan daun bunga zhin jatuh..” oke, menurut BMKG cabang New York, negara yang memiliki 4 musim, jeda waktu pergantian musim antara 5-6 bulan tergantung dari situasi cuaca. Jadi, jika di hubungkan dengan film mandarin di atas, orang mandarin dulu itu ribet, mau perang saja harus nunggu 5 bulan. Kalau ini di adaptasi ke film Indonesia mungkin bisa berubah jadi “pertarungan kita akan di mulai ketika 3 kali lebaran datang” lalu bang toyib akan muncul dan pulang ke keluarganya? Atau bisa juga jadi “pertarungan kita akan di mulai ketika musim duren datang dan buah duren pertama jatuh” yang susah kalau musim duren ga datang karena gagal panen dan harus nunggu taun depan. Makin lama lagi ceritanya.. -__-