8:18 PM -
30 Hari Bercerita
30 Hari Bercerita
Hari Ke-8: 3 Keanehan Film Mandarin
Selamat malam pembaca,
Siapa yang tidak tahu Jackie chan atau Jet Li? Ya mereka
adalah tokoh-tokoh film yang hebat dan jago beladiri. Film mandarin, selalu
identik dengan kisah-kisah silat yang dibalut dengan nuansa cerita kekaisaran
dan legenda-legenda epic. Hal ini bisa dilihat dari berbagai macam judul film
yang unik, mulai dari seperti The Legend of Condor Heroes, Journey to The West,
Golden Flower, dan lain-lain. Namun, di setiap film yang sukses pasti ada
keanehan yang harus di kuak setajam silet. Eh?!
Pertama, dari segi karakter. Karakter utama film mandarin
selalu saja orang yang ahli beladiri dan berasal dari masyarakat golongan
bawah. Alurnya sederhana, mereka membela golongannya dari keegoisan penguasa
lalu di kejar-kejar oleh ratusan pasukan yang anehnya selalu menang walau tubuh
sudah di tusuk dan berdarah-darah. Belum lagi, ketika di tusuk mereka masih
sempat untuk berdialog bahkan mencabut pedang yang nancep di tubuhnya terus
perang lagi. Kalau ini di adaptasi ke Indonesia mungkin pemeran yang cocok
untuk karakter ini adalah Master Limbad. Ya, tidak salah lagi..
Kedua, lagu-lagu soundtrack yang menghiasi sepanjang
filmnya. Tema-tema lagu kebanyakan tentang putus cinta atau putus asa di
tinggal mati sang kekasih. Hal ini bertolak belakang dengan film-film Bollywood
yang bertemakan percintaan. Untungnya tidak ada adegan perang terus tiba-tiba
tokohnya nyanyi sambil lari-larian di antara pepohonan dengan efek blower yang
bikin rambut seolah-olah terbang kena angin. Jadi intinya, mandarin sama bollywood
beda tipis.
Ketiga, film mandarin menyajikan pertarungan yang aneh.
Kenapa? Karena durasi waktu perang yang lama. Pertama yang mereka lakukan
adalah mengirim surat tantangan kepada musuh menggunakan burung merpati atau
burung elang. Hal ini pun tidak efisien karena burung-burungan tersebut tidak
bisa menjamin surat akan selamat sampai tujuan atau malah basah akibat kena
hujan dan akhirnya tulisannya luntur. Mungkin mereka bisa agak cerdas dikit
dengan nitip ke JNE, TIKI atau bahkan lewat Pos yang jelas ada garansinya.
Kembali ke topic, lalu setelah surat tantangan itu sampai ke tangan musuh,
penulisan kalimat tantangannya juga nyeleneh. Saya kutip dari salah satu film
mandarin judulnya Dragon Emperor. Si tokoh utama menerima surat tantangan dan
membacanya, “Pertarungan kita akan di mulai ketika musim gugur pertama datang
dan daun bunga zhin jatuh ke bumi”.
Mari kita analisis kalimat di atas:
“pertarungan kita akan dimulai ketika musim gugur pertama
datang dan daun bunga zhin jatuh..” oke, menurut BMKG cabang New York, negara
yang memiliki 4 musim, jeda waktu pergantian musim antara 5-6 bulan tergantung
dari situasi cuaca. Jadi, jika di hubungkan dengan film mandarin di atas, orang
mandarin dulu itu ribet, mau perang saja harus nunggu 5 bulan. Kalau ini di
adaptasi ke film Indonesia mungkin bisa berubah jadi “pertarungan kita akan di
mulai ketika 3 kali lebaran datang” lalu bang toyib akan muncul dan pulang ke
keluarganya? Atau bisa juga jadi “pertarungan kita akan di mulai ketika musim
duren datang dan buah duren pertama jatuh” yang susah kalau musim duren ga
datang karena gagal panen dan harus nunggu taun depan. Makin lama lagi
ceritanya.. -__-