Tuesday, January 8, 2013

9:23 PM -

Hari ke-4: Dinosaurus itu Juga Jomblo

Selamat malam pembaca,

Selamat malem mingguan juga buat yang uda berpacaran. Malem minggu adalah malem sakral dimana para jomblo sedang merana meratapi nasib karena cuma bisa malem mingguan sama temen kosan, kalo mentok hujan paling banter sama guling.



Nah, sebenernya konsep jomblo itu sama seperti dinosaurus. Dimana menurut Discovery Channel, dinosaurus itu harus bersaing dulu untuk mendapatkan jodoh. Mereka akan saling serang dengan kawan sendiri. Kalau sudah gitu, para jomblo dewasa ini akan saling serang dan melukai. Kadang juga sampai berdarah-darah. Sayangnya dulu ga ada Puskesmas, jadi kalo luka itu ga bisa di obati. Susahnya sih, kalo mereka abis digigit temennya yang rabies, jadi ya bisa ketularan.

Kembali ke topik, Dinosaurus juga harus keluar dari kawanannya jika dia sudah kalah saing oleh pesaing jodoh yang lain. Mereka harus berjalan bermil-mil, di terpa panas, angin topan, hujan badai, awan petir cetar membahana, belum lagi rasa lapar dan haus. Kalau aja dinosaurus itu punya kantong doraemon, pasti bisa langsung keluarin makanan-makanan kayak mie gelas atau pop mie atau kalau mereka itu punya punuk juga kayak unta, jadi bisa nyimpen air di punuknya tanpa kuatir harus nunggu adzan maghrib untuk berbuka.

Kembali ke topik, Dinosaurus yang harus keluar dari kawanannya tadi juga harus jaga mental karena sejatinya dia udah ga ada ganteng-gantengnya di mata cewek-cewek dino yang lain. Mungkin dulu itu juga sudah ada rasisme. Buktinya mereka uda bisa selektif pilih-pilih jodoh. Pertanyaannya gimana cara mereka milih yang ganteng atau yang cantik secara muka mereka sama semua, sama-sama serem, sama-sama garang. Yang betina juga punya taring, ga mungkin kan membedakan dari yang mana yang pake make up tebel. Saya ga habis pikir ini gimana sistem seleksinya. Menurut Discovery channel sih, mereka pamer kecantikan sayap, bulu, ataupun barang lain yang bisa di pamerkan. Jadi intinya, ternyata dulu itu juga uda dikenal tipe pejantan yang ngondek terbukti dari adanya pamer kecantikan untuk menarik para betina.

Di akhir perjalanan mencari cintanya, para dino jomblo yang lagi galau kehabisan waktu musim kawin. Mereka akan kembali jadi jomblo tua terus lapuk. Akhirnya mereka akan lari ke pantai terus tenggelamin diri di pasir atau mereka akan lari ke Grand Canyon terus nabrakin kepala ke tebing. Lebih ekstrim lagi, mereka akan pergi ke persewaan sky diving terus mereka terjun dari ketinggian 5.000 km tanpa parasut. Disinilah para dino melihat fenomena meteor yang menjadi penghancur zaman dinosaurus.

Nah, jika ini di hubungkan dengan manusia yang jomblo, mungkin juga beberapa taun ke depan keadaan dunia jadi berubah. Para jomblo juga harus bersaing untuk mendapatkan jodoh yang pantas. Mungkin mereka akan memamerkan kecantikan bulu ketiak atau bulu dada yang eksotis untuk menarik wanita. Kemungkinan juga ke depannya, banyak salon yang akan membuka praktek keriting bulu dada atau rebonding bulu ketiak. Di sisi lain, besok-besok tukang cukur juga bisa kaya mendadak karena mereka alih profesi jadi tukang rapi bulu dada dan ketiak. Jadi, bulu dada dan bulu ketiak akan banyak modifikasi, ada bulu dada mohawk, bulu ketiak tipe kuncung dan sebagainya. Susahnya, jika jomblo-jomblo ini ikutan mengakhiri hidup dengan tragis. Mereka mungkin akan mencoba menabrakkan diri ke kasur yang ada duri landaknya, yah, setidaknya mereka meninggal dengan khusnul khotimah ajah.